468x60 Ads

Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image >

CONTOH KELEMBAGAAN : KUD SRI AMONG TANI KECAMATAN PLOSO, KLATEN, KABUPATEN KEDIRI

0 komentar



CONTOH KELEMBAGAAN : KUD  SRI AMONG TANI  KECAMATAN PLOSO, KLATEN, KABUPATEN KEDIRI
I.     Pendahuluan
Kelembagaaan merupakan sekumpulan jaringan dari relasi sosial yang melibatkan orang-orang tertentu, memiliki tujuan tertentu,  aturan dan norma yang disepakati, dipedomani, diakui dan dipatuhi, serta memiliki struktur didalamnya.
Kelembagaan dapat berbentuk formal atau informal,yang mana kelembagaan formal berbadan hukum dan aturan-aturan tertulis, sedangkan kelembagaan informal berupa norma-norma yang diakui dan dipakai oleh seluruh anggota masyarakat.
Dalam bidang pertanian, kelembagaan bisa dipersempit menjadi koperasi, kelompok tani subak dll.
Tulisan ini akan membahas mengenai kelembagaan pertanian yaitu berupa Koperasi Unit Desa, dengan membahas KUD  Sri Among Tani  Kecamatan Ploso, Klaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

II.  Pembahasan
A.    Profil  Koperasi Unit Desa (KUD) Sri Among Tani
      KUD  Sri Among Tani  berada di Kecamatan Ploso, Klaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.  Koperasi Unit Desa (KUD) Sri Among Tani dulunya bernama Badan usaha wilayah Kecamatan Plosoklaten (BUUD) . Koperasi Unit Desa Sri Among Tani didirikan di desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri ±16 Km dari Kota Kediri pada tanggal 9 Januari 1973, berbentuk BUUD, dengan SK Bupati Kepala Daerah Tk II Kabupaten Kediri dengan nomor 20/KPTS/BUP/1973.
       Tanggal 4 Desember 2012, KUD ini diketuai oleh Imam Sahudi, SE .. Ketua 1 KUD „‟Sri Among Tani‟‟ menyatakan bahwa :
Ø  KUD Sri among tani memiliki 8 pengurus, 42 karyawan, 15 ketua koordinator desa, 15 desa wilayah kerja dan 11 unit usaha yang dikelola serta tanpa manajer
Ø  Anggota di KUD Sri Among Tani masih merupakan anggota pasif dimana anggota hanya membayar simpanan pokok saja.
Ø  Alat perlengkapan KUD Sri Among Tani  organisasi terdiri dari :
1. Rapat anggota
2. Pengurus
3. Badan pemeriksa dan pengawas    

B. Fungsi / peran Koperasi Unit Desa (KUD) Sri Among Tani
Koperasi Unit Desa (KUD) Sri Among Tani ini merupakan wujud kelembagaan masyarakat yang banyak bergerak dibidang ekonomi, yaitunya upaya pengembangan peningkatan  pendapatan anggotanya. Untuk itu fungsi dari koperasi ini lebih banyak berhubungan dengan ekonomi.
KUD Sri Among Tani ini memiliki 11 unit usaha yaitu Penarikan listrik, simpan pinjam, apotik, swalayan, poto kopi, TRI, poto studio, USP, spare part dan bengkel, peternakan sapi perah, dan pembuatan batako. Dari ke sebelas unit tersebut, 3 unit yang menyumbangkan SHU terbesar setiap tahunnya. Tiga unit usaha tersebut meliputi Unit Simpan Pinjam, Unit Swalayan dan Unit Apotik. Berikut ini merupakan pengaruh unit-unit tersebut terhadap pendapatan anggota.Setiap nasabah yang ingin melakukan transaksi keuangan sesuai dengan kebutuhannya diwajibkan memenuhi kewajiban yang sudah ditetapkan tersebut.
Ø  Unit Simpan Pinjam dirasakan sangat bermanfaat kehadirannya bagi anggota maupun masyarakat di tengah lembaga keuangan lainnya yang dianggap memiliki persyaratan tidak semudah di unit Simpan Pinjam KUD “Sri Among Tani”. Dengan pelayanan yang baik dan waktu pencairan uang cepat membuat nasabah baik anggota maupun masyarakat merasa nyaman dan percaya untuk menjadi nasabah.
Ø  Unit Swalayan memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang keluarga. Mulai dari perlengkapan mandi, dapur, jajanan dan sebagainya tersedia di swalayan dengan harga yang relatif terjangkau sehingga anggota maupun masyarakat tidak perlu pergi ke kota yang jaraknya ±15km.
Ø  Unit Apotek merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga berdirinya unit apotek KUD “Sri Among Tani” sangat bermanfaat mengingat perkembangan jenis penyakit semakin beragam
     Dari penjelasan tadi dapat diambil kesimpulan bahwa manfaat / peran KUD bagi anggota sangat banyak yaitu dengan menyediakan unit-unit untuk keperluan anggota  mulai dari unit simpan pinjam untuk penyediaan modal keuangan bagi anggota. Unit swalayan untuk penyediaan barang-barang keperluan rumah tangga untuk anggota dan unit apotik untuk penanganan kesehatan bagi para anggotayang memiliki banyak unit usaha ini pada akhirnya  memberikan peran dalam peningkatan pendapatan anggota.
    Peran yang ini terlihat dari anggota yang mudah mendapatkan modal usaha dengan meminjam uang di unit Simpan Pinjam. Persyaratan yang mudah serta sesuai dengan yang diharapkan anggota menjadikan anggota mau melakukan transaksi simpan pinjam selama bertahun-tahun.
SUMBER : jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/download/197/160





PENGANTAR ILMU PERTANIAN

0 komentar



PENGANTAR ILMU PERTANIAN

I. Defenisi pertanian
            Pertanian adalah suatu jenis kegiatan produksi yang berlandaskan proses pertumbuhan dari tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan.dalam arti luas pertanian adalah pengolahan tanaman,ternak,dan ikan agar memberikan suatu produk.sedangkan dalam arti terbatas pertanian adalah pengolahan tanaman dan lingkungannya agar menghasilkan suatu produk.
            Pengertian pertanian juga dapat diringkas menjadi:
1.      Proses produksi
2.      Petani atau pengusaha
3.      Tanah tempat usaha
4.      Usaha pertanian (farm business)
II. Sejarah singkat pertanian
            Kapan ilmu pertanian itu ada, tidak dapat diketahui dengan pasti,yang jelas tidak bersamaan dengan sdanya manusia di dunia.
Sejarah pertanian didunia,para ahli prasejarah umumnya mengatakan bahwa pertanian itu berkembang dari kebudayaan di daerah “bulan sabit yang subur” yaitu di daerah Timur Tengah yang meliputi daerah lembah sungai tigris dan eufrat terus memanjang ke barat hingga ke daerah suriah dan yordania sekarang.Buktinya yaitu dijumpai menunjukan adanya budi daya tanaman biji-bijian ,polong-polongan,dan alat pengolahnya di kawasan “bulan sabit yang subur “ tersebut.
            Sedangkan di Indonesia,pertanian telah dikenal sejak zaman prasejarah yang dibuktikan dengan penemuan-penemuan peninggalan purbakala.Bersamaan juga dengan ditemukannya manusia tertua (phytecantrophus erectus javanicus),yang diperkirakan telah hidup pada awal sejarah di trauma Negara,jawa barat.
            Dahulu manusia  dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,cukup dengan mengambilnya di alam,dalam proses pencariannya dilakukan kan dengan cara berpindah-pindah .Kemudian timbulah masalah dimana jumlah ketersediaan makanan tidak seimbang dengan manusia yang semakin banyak.Hingga pada akhirnya manusia mulai berfikir bahwa tanaman/sumber makanan itu tumbuh dan berkembang,dan pastinya mempunyai bibit,dan kemudian itulah yang dijadikan masukan yang diproses dan menghasilkan produk.
III. Pertanian sebagai sumber kehidupan
            Pertanian ,sejak dulu merupakan sektor ekonomi dalam pembangunan yang utama dinegara berkembang.hal ini disebabkan oleh beberapa faktor,yaitu sektor pertanian:
1.      Sumber persediaan bahan makanan dan bahan mentah.
2.      Tekanan-tekanan demokratis di negara berkembang yaitu meningkatnya pendapatan pendudk,menyebabkan kebutuhannya terus maningkat
3.      Dapat menyediakan faktor untuk ekspansi sector industri,berwujud modal,tenaga kerja,dan bahan mentah.
4.      Basis hubungan pasar dalam proses pembangunan.
5.      Sumber foreign-exchange untuk input pembangunan sumber pekerjaan dan pendapatan penduduk di Negara berkembang yang hidup di pedesaan.
Pertanian sebagai sumber kehidupan berkaitan dengan:
a.       Pertanian sebagai proses produksi,maksudnya pertanian menghasilkan bahan pangan,ternak,produk,agroindustri dengan cara memanfaatkan SDA,tumbuhan,hewan,modal,teknologi dll.
b.      Pertanian sebagai profesi,kegiatan pertanian msmbutuhkan keahlian.sebagai profesi contohnya petani,kegiatan pertanian sendiri mensyaratkan berbagai keahlian khusus seperti rekayasa biologi,penggunaan peralatan,managemen dan aneka jasa dll.
c.       Pertanian sebagai proses perubahan social budaya,perilaku masyarakat agraris lebih mengutamakan kebersamaan meskipun perlahan-lahan berubah menjadi warga dengan system pengupahan tenaga kerja dari gotong royong jadi pemberian upah,system bawon menjadi rijid.
 IV. Pengelompokan ilmu pertanian
            Ilmu pertanian dikelompokan menjadi kelompok-kelompok ilmu yang mempelajari kelompok faktor iklim,gangguan,dan esensil.
Pengelompokan ilmu-ilmu pertanian yang mempelajari:
1.      Faktor iklim,misalnya meteorologi,klimatologi,dan ilmu peramalan cuaca.
2.      Faktor gangguan,misalnya ilmu hama tumbuhan,ilmu gulma,dan ilmu penyakit tumbuhan.
3.      Faktor esensil,misalnya fisiologi tumbuhan,ilmu pengairan dan drainase,ilmu tanah,dan ilmu pemupukan.
4.      Faktor bahan tanaman,misalnya botani ilmu genetika,statistika,ilmu rancangan percobaan,ilmu seleksi tumbuhan,ilmu pemuliaan tanaman,dan daya tumbuh.
5.      Faktor pengolahan,teknologi hasil pertanian,mikrobiologi,biokimia,ilmu mesin,dan alat-alat pertanian.
6.      Faktor penyimpanan,misalnya fisiologi lewat panen,ilmu hama gudang,dan ilmu penyakit pasca panen.
7.      Faktor pemasaran/ekonomi,misalnya ilmu ekonomi pertanian,ilmu koperasi,dan ilmu pemasaran.

kelembagaan agribisnis

0 komentar



1.      Kelembagaan agribisnis

Kelembagaan agribisnis, terdiri dari dua kata yaitu kelembagaan dan agribisnis. Kelembagaan sendiri mengandung dua pengertian yaitu institusi dan nilai/norma. Sehingga kelembagaan menuju sebuah pengertian yaitu sebuah institusi yang didalamnya terkandung nilai/norma. Nilai dan norma yang ada dalam institusi inilah yang mengatur jalannya institusi tersebut. Sedangkan agribisnis adalah bisnis dalam sektor pertanian baik dari hulu hingga hilirnya
Jadi kelembagaan agribisnis adalah institusi yang terkait dengan agribisnis atau bisnis pertanian yang didalam institusi tersebut terdapat nilai-nilai dan norma yang mengaturnya. Kelembagaan agribisnis menjadi sarana untuk pengembangan agribisnis itu sendiri.

2.      Kepemimpinan agribisnis

Kelembagaan agribisnis dalam pelaksanaannya memerlukan kepemimpinan, maksudnya disini adalah memiliki jiwa kepemimpinan,disini seorang yang nantinya disebut pemimpin mampu mempengaruhi orang lain sehingga mau mengikuti sang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan tersebut.
Sebelumnya terdapat kelembagaan agribisnis untuk pengembangan agribisnis, namun dalam pengembangan tersebut banyak hal yang harus dilakukan dan dihadapi dalam kelembagaan agribisnis. Terdapat banyak persoalan yang timbul, dan untuk itu perlu suatu hal yang menyelesaikannya, disinilah peran kepemimpinan dibutuhkan untuk meyelesaikan masalah-masalah tersebut.
3.      Petani sawah di indonesia umumnya miskin dan hanya pricetaker
Petani sawah indonesia pada umumnya memang miskin, kemiskinan ini disebabkan oleh banyak faktor mulai dari kemiskinan yang diturunkan oleh orang tua mereka, permodalan yang tidak memadai, masalah lahan yang sempit, sistem bagi warisan yang memecah-mecah lahan,dan banyak lainnya. Kemiskinan yang dialami oleh petani sawah indonesia ini menunjukan bahwa pendapatan mereka juga rendah. Pendapatan petani sendiri berasal dari penjualan produk pertaniannya, dan harga produk sangat mempengaruhinya.
Harga pada petani sering tidak adil, petani hanya menjadi pricetaker. Hal awalnya bermula dari petani yang umumnya berasal dari kalangan yang bermodalkan rendah,modal rendah ini menyebabkan petani menjadi tidak berdaya, mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menentukan harga. Hasil penjualan produknya digunakan petani untuk banyak hal, mulai membiayai kehidupannya, untuk modal usahataninya dan kebutuhan lainnya, jadi mereka mau tidak mau harus menjual produknya dan harus menerima harga yang ada yang biasanya ditentukan oleh pedagang.
Selain itu kemiskinan dan petani hanya menjadi price taker karna harga produk pertanian yang tidak adil, yang disebabkan oleh pasar. Pasar yang menyebabkan ketidakadilan.

4.      Kelembagaan yang bisa membantu petani
Petani memiliki banyak masalah, baik dari usahataninya, lingkungan, permodalan dan penindasan. Salah satu hal yang mempengaruhi kesejahteraan petani adalah dari segi pendapatan. Pendapatan petani kurang bahkan sering berhutang dikarenakan hasil panen yang tidak mencukupi. Masalahnya disini adalah harga produk panen mereka sering berfluktuatif, kadang sangat tinggi namun juga bisa langsung turun drastis, dan petani hanya bisa menerima hal itu tanpa bisa berbuat apa-apa.
Untuk masalah harga ini salah satu kelembagaan yang bisa membantu petani adalah dalam bentuk kopersi, Koperai disini bisa mengakomodasi kebutuhan petani misalnya mengenai maalah permodalan yang bisa dipi jam ke koperasi, selain itu koperasi juga bisa megurangi kenakalan-kenakalan pedagang pengumpul yang sering menekan harga kepada petani. Maksudnya disini adalah koperasi bisa mengumpulkan petani dan menjual produknya secara kolektif,dan harga juga bisa disepakati oleh pembeli dan koperasi yang disini bertindak mewakili petani. Dengan adanya koperasi masalah harga dan permodalan bisa diminimalisis dan semoga akan membantu nasib petani.

0 komentar

hari yang melelahkan

0 komentar

hari yang melelahkan