1.
Kelembagaan
agribisnis
Kelembagaan
agribisnis, terdiri dari dua kata yaitu kelembagaan dan agribisnis. Kelembagaan
sendiri mengandung dua pengertian yaitu institusi dan nilai/norma. Sehingga
kelembagaan menuju sebuah pengertian yaitu sebuah institusi yang didalamnya
terkandung nilai/norma. Nilai dan norma yang ada dalam institusi inilah yang
mengatur jalannya institusi tersebut. Sedangkan agribisnis adalah bisnis dalam
sektor pertanian baik dari hulu hingga hilirnya
Jadi kelembagaan
agribisnis adalah institusi yang terkait dengan agribisnis atau bisnis
pertanian yang didalam institusi tersebut terdapat nilai-nilai dan norma yang
mengaturnya. Kelembagaan agribisnis menjadi sarana untuk pengembangan
agribisnis itu sendiri.
2.
Kepemimpinan
agribisnis
Kelembagaan
agribisnis dalam pelaksanaannya memerlukan kepemimpinan, maksudnya disini
adalah memiliki jiwa kepemimpinan,disini seorang yang nantinya disebut pemimpin
mampu mempengaruhi orang lain sehingga mau mengikuti sang pemimpin yang
memiliki jiwa kepemimpinan tersebut.
Sebelumnya
terdapat kelembagaan agribisnis untuk pengembangan agribisnis, namun dalam
pengembangan tersebut banyak hal yang harus dilakukan dan dihadapi dalam
kelembagaan agribisnis. Terdapat banyak persoalan yang timbul, dan untuk itu
perlu suatu hal yang menyelesaikannya, disinilah peran kepemimpinan dibutuhkan
untuk meyelesaikan masalah-masalah tersebut.
3.
Petani
sawah di indonesia umumnya miskin dan hanya pricetaker
Petani
sawah indonesia pada umumnya memang miskin, kemiskinan ini disebabkan oleh
banyak faktor mulai dari kemiskinan yang diturunkan oleh orang tua mereka, permodalan
yang tidak memadai, masalah lahan yang sempit, sistem bagi warisan yang
memecah-mecah lahan,dan banyak lainnya. Kemiskinan yang dialami oleh petani
sawah indonesia ini menunjukan bahwa pendapatan mereka juga rendah. Pendapatan
petani sendiri berasal dari penjualan produk pertaniannya, dan harga produk
sangat mempengaruhinya.
Harga
pada petani sering tidak adil, petani hanya menjadi pricetaker. Hal awalnya
bermula dari petani yang umumnya berasal dari kalangan yang bermodalkan
rendah,modal rendah ini menyebabkan petani menjadi tidak berdaya, mereka tidak
memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menentukan harga. Hasil penjualan
produknya digunakan petani untuk banyak hal, mulai membiayai kehidupannya,
untuk modal usahataninya dan kebutuhan lainnya, jadi mereka mau tidak mau harus
menjual produknya dan harus menerima harga yang ada yang biasanya ditentukan
oleh pedagang.
Selain
itu kemiskinan dan petani hanya menjadi price taker karna harga produk
pertanian yang tidak adil, yang disebabkan oleh pasar. Pasar yang menyebabkan
ketidakadilan.
4.
Kelembagaan
yang bisa membantu petani
Petani
memiliki banyak masalah, baik dari usahataninya, lingkungan, permodalan dan
penindasan. Salah satu hal yang mempengaruhi kesejahteraan petani adalah dari
segi pendapatan. Pendapatan petani kurang bahkan sering berhutang dikarenakan
hasil panen yang tidak mencukupi. Masalahnya disini adalah harga produk panen
mereka sering berfluktuatif, kadang sangat tinggi namun juga bisa langsung
turun drastis, dan petani hanya bisa menerima hal itu tanpa bisa berbuat
apa-apa.
Untuk
masalah harga ini salah satu kelembagaan yang bisa membantu petani adalah dalam
bentuk kopersi, Koperai disini bisa mengakomodasi kebutuhan petani misalnya
mengenai maalah permodalan yang bisa dipi jam ke koperasi, selain itu koperasi
juga bisa megurangi kenakalan-kenakalan pedagang pengumpul yang sering menekan
harga kepada petani. Maksudnya disini adalah koperasi bisa mengumpulkan petani
dan menjual produknya secara kolektif,dan harga juga bisa disepakati oleh
pembeli dan koperasi yang disini bertindak mewakili petani. Dengan adanya
koperasi masalah harga dan permodalan bisa diminimalisis dan semoga akan
membantu nasib petani.
0 komentar:
Posting Komentar