468x60 Ads

kelembagaan agribisnis



1.      Kelembagaan agribisnis

Kelembagaan agribisnis, terdiri dari dua kata yaitu kelembagaan dan agribisnis. Kelembagaan sendiri mengandung dua pengertian yaitu institusi dan nilai/norma. Sehingga kelembagaan menuju sebuah pengertian yaitu sebuah institusi yang didalamnya terkandung nilai/norma. Nilai dan norma yang ada dalam institusi inilah yang mengatur jalannya institusi tersebut. Sedangkan agribisnis adalah bisnis dalam sektor pertanian baik dari hulu hingga hilirnya
Jadi kelembagaan agribisnis adalah institusi yang terkait dengan agribisnis atau bisnis pertanian yang didalam institusi tersebut terdapat nilai-nilai dan norma yang mengaturnya. Kelembagaan agribisnis menjadi sarana untuk pengembangan agribisnis itu sendiri.

2.      Kepemimpinan agribisnis

Kelembagaan agribisnis dalam pelaksanaannya memerlukan kepemimpinan, maksudnya disini adalah memiliki jiwa kepemimpinan,disini seorang yang nantinya disebut pemimpin mampu mempengaruhi orang lain sehingga mau mengikuti sang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan tersebut.
Sebelumnya terdapat kelembagaan agribisnis untuk pengembangan agribisnis, namun dalam pengembangan tersebut banyak hal yang harus dilakukan dan dihadapi dalam kelembagaan agribisnis. Terdapat banyak persoalan yang timbul, dan untuk itu perlu suatu hal yang menyelesaikannya, disinilah peran kepemimpinan dibutuhkan untuk meyelesaikan masalah-masalah tersebut.
3.      Petani sawah di indonesia umumnya miskin dan hanya pricetaker
Petani sawah indonesia pada umumnya memang miskin, kemiskinan ini disebabkan oleh banyak faktor mulai dari kemiskinan yang diturunkan oleh orang tua mereka, permodalan yang tidak memadai, masalah lahan yang sempit, sistem bagi warisan yang memecah-mecah lahan,dan banyak lainnya. Kemiskinan yang dialami oleh petani sawah indonesia ini menunjukan bahwa pendapatan mereka juga rendah. Pendapatan petani sendiri berasal dari penjualan produk pertaniannya, dan harga produk sangat mempengaruhinya.
Harga pada petani sering tidak adil, petani hanya menjadi pricetaker. Hal awalnya bermula dari petani yang umumnya berasal dari kalangan yang bermodalkan rendah,modal rendah ini menyebabkan petani menjadi tidak berdaya, mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menentukan harga. Hasil penjualan produknya digunakan petani untuk banyak hal, mulai membiayai kehidupannya, untuk modal usahataninya dan kebutuhan lainnya, jadi mereka mau tidak mau harus menjual produknya dan harus menerima harga yang ada yang biasanya ditentukan oleh pedagang.
Selain itu kemiskinan dan petani hanya menjadi price taker karna harga produk pertanian yang tidak adil, yang disebabkan oleh pasar. Pasar yang menyebabkan ketidakadilan.

4.      Kelembagaan yang bisa membantu petani
Petani memiliki banyak masalah, baik dari usahataninya, lingkungan, permodalan dan penindasan. Salah satu hal yang mempengaruhi kesejahteraan petani adalah dari segi pendapatan. Pendapatan petani kurang bahkan sering berhutang dikarenakan hasil panen yang tidak mencukupi. Masalahnya disini adalah harga produk panen mereka sering berfluktuatif, kadang sangat tinggi namun juga bisa langsung turun drastis, dan petani hanya bisa menerima hal itu tanpa bisa berbuat apa-apa.
Untuk masalah harga ini salah satu kelembagaan yang bisa membantu petani adalah dalam bentuk kopersi, Koperai disini bisa mengakomodasi kebutuhan petani misalnya mengenai maalah permodalan yang bisa dipi jam ke koperasi, selain itu koperasi juga bisa megurangi kenakalan-kenakalan pedagang pengumpul yang sering menekan harga kepada petani. Maksudnya disini adalah koperasi bisa mengumpulkan petani dan menjual produknya secara kolektif,dan harga juga bisa disepakati oleh pembeli dan koperasi yang disini bertindak mewakili petani. Dengan adanya koperasi masalah harga dan permodalan bisa diminimalisis dan semoga akan membantu nasib petani.

0 komentar:

Posting Komentar